Monday, October 21, 2019

Prabowo Diminta Jadi Menteri Jokowi, Ini Respons para Elite Parpol



Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Meski tak menyebut spesifik pos menteri yang akan ia emban, namun Prabowo menyebut ia akan membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf di bidang pertahanan. 

"Saya diminta bantu beliau di bidang pertahanan," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengaku, akan bekerja keras untuk mencapai apa sasaran yang telah ditentukan oleh pemerintahan Jokowi.  

"Beliau (Jokowi) beri beberapa pengarahan, saya akan kerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," kata Prabowo. 

Tidak hanya Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo juga mendapatkan tugas sebagai pembantu presiden. 

Namun, belum ada bocoran kepada media soal kursi yang diberikan kepada Edhy. 

Atas penunjukan dua pimpinan Gerindra sebagai calon menteri Jokowi ini, bagaimana respons elite partai politik? 

1. PDI-Perjuangan 

Politikus PDI-Perjuangan Puan Maharani mengatakan, partainya tidak masalah dengan kehadiran Prabowo di koalisi pemerintahan. 

Hal itu, kata dia, merupakan hak prerogatif Presiden. Jokowi pun diyakini sudah punya pertimbangan-pertimbangan sendiri. 

"Saya kan nggak bisa mendahului," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Jika Prabowo benar-benar menjadi menteri, Puan pun berharap, Prabowo dapat memberikan solusi terbaik atas persoalan-persoalan bangsa. 

"Semoga kalau memang beliau kemudian betul dilantik sebagai Menteri Pertahanan, ya harusnya nanti bisa memberikan solusi yang lebih baik bagi bangsa dan negara," kata Puan. 

2. Partai Nasdem 

Senada dengan Puan Maharani, Ketua DPP Partai Nasdem Rachmat Gobel tak masalah dengan langkah Presiden Joko Widodo yang menunjuk Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon menteri bidang pertahanan. 

"Enggak ada masalah," kata Rachmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2019). 
Menurut Rachmat, Jokowi sudah punya sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan menunjuk Prabowo untuk bergabung ke pemerintahan. 

Meski Prabowo dan Partai Gerindra sempat berseberangan, Rachmat yakin, tujuan Jokowi menggandeng Prabowo adalah demi pembangunan. 

"Saya kira Pak Jokowi punya pertimbangan-pertimbangan yang baik. Dia ingin mengajak semua orang bergabung bagaimana kita membangun Indonesia ini," ujar Wakil Ketua DPR itu. 

3. Partai Amanat Nasional ( PAN) 

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo menghargai keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bergabung ke koalisi Joko Widodo. 

Drajad yakin, Prabowo punya pertimbangan sendiri sebelum akhirnya merapat ke pemerintah. 

"Kita hormati saja. Tentu Mas Prabowo punya pertimbangan-pertimbangan sendiri kenapa sampai mengambil pilihan politik tersebut," kata Drajad kepada wartawan, Senin (21/10/2019). 

Drajad mengatakan, merapat tidaknya Prabowo dan Partai Gerindra ke pemerintah adalah pilihan politik mereka. 

Partai politik lain termasuk PAN tidak berhak untuk mencampuri pilihan politik itu. 

Drajad pun belum mengetahui bagaimana reaksi pendukung Prabowo dan Gerindra terkait hal tersebut. Menurut dia, waktulah yang bakal menjawab. 

"Apakah pilihan politik tersebut akan memberi manfaat atau malah kerugian netto bagi Indonesia? Only time will tell," kata Drajad. 

4. Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) 

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi meyakini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal bersikap profesional jika bergabung ke pemerintahan. 

Baidowi yakin, Prabowo tidak akan mengkhianati mandat yang kelak bakal diberikan oleh Presiden Joko Widodo. 

"Beliau prajurit, akan melihat, akan taat asas, tegak lurus terhadap ketentuan perundang-undangan. Beliau sudah teruji itu artinya dia tidak akan mengkhianati atasannya gitu yakni memberikan mandat Pak Jokowi," kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Menurut Baidowi, Prabowo merupakan sosok seorang negarawan. Kesediaan Prabowo sebagai calon menteri Jokowi itulah yang bagi dia menunjukan jiwa kenegarawanan Prabowo. 

Oleh karena itu, Baidowi percaya, tidak akan terjadi tikung menikung atau salip menyalip antara Jokowi dengan Prabowo di pemerintahan. 

"Saya kira kalau di pemerintahan mataharinya satu: Pak Jokowi," ujar dia. 

PPP sendiri tak mempermasalahkan bergabungnya Prabowo ke pemerintahan. 

Selain hal itu merupakan hak preorgatif presiden, dengan masuknya Gerindra ke gerbong pemerintahan, justru semakin memperkuat pemerintah.

Sunday, October 20, 2019

Jurus Tagih Utang ke Teman, Nomor 3 Dijamin Ampuh


"Aku enggak bawa uang cash nih. Bayarin dulu ya, nanti aku ganti,” kata Ronald (28) kepada sahabatnya, Dwi (27). 

Mendengar ucapan tersebut, Dwi sontak mengernyitkan alisnya. “Yang kemarin saja belum kamu bayar, Ronald,” sahut Dwi agak kesal sembari mengambil dompet dari tasnya. 

Tak asing dengan percakapan dua tokoh di atas? Atau bahkan Anda pernah mengalaminya? 

Pada praktiknya, tak seluruh kasus berujung pada utang yang berlarut-larut. 

Meski demikian, ada pula yang terjebak pada kondisi itu, sampai-sampai utang teman jadi menumpuk dan berujung pada masalah keuangan pribadi. 

Ujung-ujungnya, tak hanya berdampak pada kondisi keuangan, relasi bisa saja hancur kalau urusannya soal utang. 

Bila Anda berada di posisi Dwi, menyadur Bustle (30/8/2018), berikut ini ada beberapa cara halus menagih utang teman. 

1. Jangan represif, tapi lebih persuasif 

Ahli keuangan NerdWallet, Kimberly Palmer mengatakan, mereka yang berutang kerap lupa akan utangnya. 

Maka, Palmer menyarankan, Anda sebagai pihak yang dirugikan sebisa mungkin mengingatkannya kembali dengan cara halus. 

Anda bisa memulainya dengan membicarakan topik lain di luar utang, kemudian pelan-pelan masuk ke dalam inti persoalan. 

Contoh, “Oh iya, ngomong-ngomong apakah kamu ingin membayar uang patungan kemarin sekarang? Transfer atau cash bisa kok.” 

2. Jangan kasih kendor 

Kendati yang berutang adalah teman baik, namun semakin Anda mengulur waktu untuk menagih, maka kemungkinan buruk bisa saja terjadi. 

Pakar menabung sekaligus penulis Andrea Woroch mengatakan, semakin lama Anda menunda untuk menagih kemungkinan si pemilik utang lupa pada utangnya. 

Dari situ, kecanggungan akan timbul, apalagi ketika Anda hendak menagihnya kembali di lain waktu. 

Oleh karena itu, Andrea menekankan, Anda seharusnya tak perlu merasa tidak enak untuk meminta seseorang melunasi utangnya pada Anda. Simpelnya, apa yang dipinjam maka harus dikembalikan. 

3. Lebih cepat, lebih baik 

Wakil Presiden dan Pemasaran Early Warning, Melissa Lowry menyarankan kedua pihak menerapkan konsep lebih cepat lebih baik. Ini semata-mata untuk menyelamatkan hubungan pertemanan. 

Agar masalah kelar dengan cepat, ada baiknya Anda pun sebagai pihak yang merugi membantu mempermudah cara pembayarannya. Misalnya menggunakan aplikasi. 

Sebab, Lowry mengungkapkan, tak sedikit juga pihak yang meminjam ingin menyelesaikan masalahnya dengan cepat. 

"Aplikasi membuat mereka yang berutang sangat mudah untuk mengirim (membayar)," kata Lowry. 

Lagi pula, sekarang teknologi mobile banking sudah semakin canggih. Urusan transaksi perbankan sudah dibikin simpel, apalagi dalam urusan transfer uang. 

Jika sebelumnya Anda perlu meminta dan menghafal nomor rekening, lalu mendaftarkannya ke dalam list transfer, maka semua keribetan tersebut tidak diperlukan lagi.


Kini, dengan adanya teknologi Quick Response (QR) Code, proses transfer bisa dilakukan semudah memotret teman. Kecanggihan tersebut bisa ditemukan pada aplikasi mobile banking, BCA mobile. 

Cara menggunakannya amat mudah. Cukup scan barcode, proses transfer pun beres. Untuk lebih jelas, Anda bisa melihat selengkapnya di sini. 

4. Gantian bayar dong! 

Jika pada kesempatan sebelumnya selalu Anda yang membayar bill (tagihan) saat makan, maka kali ini biarkan teman Anda yang mengurusnya. Apalagi, bila total tagihan pesanan setara dengan nilai utang. 

Cara ini dianggap sedikit lebih halus, sebab tidak ada unsur penekanan saat melakukannya. Bahkan, Anda bisa memintanya sembari bercanda. 

5. Tagih langsung 

Jika cara halus tidak berhasil, apalagi di tengah kondisi keuangan tidak kondusif, maka mau tidak mau Anda harus menagihnya secara frontal alias langsung di hadapannya. 

Kendati cara di atas kurang mengenakkan, namun ahli keuangan Kathleen Grace justru menyarankan hal tersebut. 

"Jika bingung dengan pilihan katanya, Anda bisa ucapkan kira-kira kapan aku menerima uang yang aku pinjamkan? atau bisa enggak transfer uang yang pernah aku pinjamkan ke kamu?" kata Grace. 

Terakhir, jangan lupa berikan deadline pembayaran. Tidak perlu ada lagi kompromi, langsung tentukan tenggat tanggal teman Anda untuk melunasi utangnya.

Saturday, October 19, 2019

Viral Kucing Dicekoki Ciu, Kenapa Warganet Mudah Sekali Marah?


Sebuah video yang menampilkan seekor kucing yang tengah sekarat diduga akibat dipaksa minum cairan dari dalam gelas yang diduga merupakan ciu atau minuman beralkohol ramai beredar di media sosial baru-baru ini. 

Pasalnya, video yang diunggah oleh akun Twitter James, @tolovesme ini menimbulkan respons yang tinggi dari pengguna Twitter lainnya. 

Mayoritas pengguna Twitter menuliskan tanggapan mereka yang marah dengan perlakuan yang dialami kucing tersebut. 

"Liat ini jantung langsung degdegan parah. Emosi, sedih, campur aduk jadi satu. Sebegitu sayangnya saya sama kucing, enggak bisa lihat ada orang yang tega. Salah apa sih kucing itu sama kamu? Dosa apa sih yang sudah dia buat?," tulis akun @vinsnaa dalam twitnya. 
"Sekesel-keselnya saya sama kucing enggak akan tega buat ngelakuin hal sekejam itu..walau kucing tetangga udah makan burung peliharaan saya, jebolin atap rumah, geser genteng rumah sampai pada bocor pas ujan, berak sembarangan, hobi nyuri makanan di meja, tapi kalau mau marah enggak tega mukanya terlalu lucu," tulis akun @jaki_zackski dalam twitnya. 

"Biadab kejam sekali. Semoga pelaku juga akan mendapat perlakuan yang sama. Biar dia rasakan apa yang kucing tersebut rasakan," tulis akun @EmmySumangkut dalam twitnya. 
Menilik fenomena tersebut, dokter spesialis kesehatan jiwa di RS Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dr Dharmawan AP, SpKJ mengungkapkan bahwa fenomena warganet yang marah dengan video kucing yang viral merupakan reaksi yang reaktif dari masyarakat. 

"Ini kan masyarakat yang belum dewasa menyikapi media sosial. yang posting pun tidak bijaksana, yang bereaksi kan sama aja yang reaktif terhadap suatu kasus baik di medsos maupun langsung kejadian di masyarakat.
"Masyarakat yang reaktif, bukan asertif," kata dia. 

Adapun asertif merupakan kemampuan untuk mengomunikasikan apa yang diinginkan dan dipikirkan kepada orang lain, namun tetap menjaga dan menghargai perasaan pihak lain. 
Menyoal jika ada unggahan yang menimbulkan emosi, Dharmawan menyarankan agar warganet sebaiknya memiliki pendidikan kesehatan jiwa. 

"Pendidikan kesehatan jiwa masyarakat harusnya bisa menghasilkan masyarakat yang bisa mengonfirmasi dulu setiap ada stimulus (tabbayun)," ujar Dharmawan. 

Menurutnya, luapan emosi yang dituliskan warganet merupakan reaksi bahwa ciu tidak boleh diberikan pada binatang. 

Tak hanya itu, tindakan merekam video juga dinilai tidak sesuai dengan etika bersikap terhadap makhluk hidup. 

"Jadi, boleh saja bereaksi menentang sikap tidak berperasaan pada sesama makhluk hidup, tapi reaksi yang asertif bukan reaktif," ujar Dharmawan. 

Tak hanya itu, Dharmawan mengungkapkan untuk upaya antisipasi agar fenomena emosi berlebihan tidak terjadi, ia mengungkapkan agar menerapkan pendidikan sejak kecil. 

Adapun pendidikan ini diinisiasi supaya masyarakat dapat mengenali dan mengolah rasa serta mengendalikan perilaku. 

Tanggapan Sosiolog 

Sementara itu, Guru Besar Sosiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto menjelaskan bahwa ketika informasi cepat menyebar luas tanpa adanya kejelasan, maka kemungkinan kabar tersebut adalah hoaks. 

"Memang ketika informasi cepat meluas, tapi tidak diimbangi dengan literasi kritis yang kuat, maka kemungkinan termakan hoaks akan besar," ujar Bagong saat dihubungi Kompas.com secara terpisah pada Sabtu (19/10/2019). 

Ia mengungkapkan bahwa agar tidak termakan hoaks, sebaiknya masyarakat menerapkan literasi kritis. 

"Net generation disebut now generation. Kalau apa-apa ingin seketika, tapi tidak kritis," kata dia. 

Adapun efek ke depannya jika masyarakat cenderang mudah terbawa emosi, yakni daya imunitas untuk menenggang perbedaan (tidak mudah tersinggung) akan makin tipis dan berpotensi memicu konflik. 

Selain itu, agar masyarakat luas lebih paham mengenai informasi dan situasi media sosial, ada baiknya memiliki sikap skeptis dan menakar terlebih dahulu akurasi informasi. 

Bagong juga mengimbau kepada masyarakat agar membiasakan diri menjeda ketika menerima informasi, dan menunggu klarifikasi baru kemudian baru bisa bersikap.

Friday, October 18, 2019

Viral Video Kucing Diberi Ciu, Bagaimana Ceritanya?



Sebuah video tentang seekor kucing yang diberi ciu (minuman beralkohol) viral di media sosial Twitter baru-baru ini. 

Dalam video yang beredar, terlihat Instastory seorang pengguna Instagram dengan akun @azzam_cancel yang mengunggah Instastory berupa video kucing yang terlihat dalam keadaan badan basah dan tampak tidak berdaya. 

Video tersebut diposting disertai dengan tulisan 

“Percobaan ciu terhadap kucing angora. Setelah 2 jam empedu bekerja keras mengeluarkan racun. Membuat Tubuh si angora bergetar. 

50 % ciu bekonang sudah masuk darah. Merusak sebagian sistem saraf dalam otak. Otak tidak mampu memberikan intruksi kepada organ tubuh. Sehingga pandangan kabur dan kesadaran mengurang. 

Detak Jantung melemah 

Terimakasih karenamu aku dapat membuat status ini 

Semoga kau tidak pernah tenang di alam sana.. dendamlah kepadaku,” 

Salah satu yang mengunggah ulang video kucing tersebut adalah akun Twitter @jmesbryant 
Postingan tersebut menuai banyak komentar netizen yang menganggap bahwa hal tersebut adalah tindakan keji. 

Sampai dengan Jumat (18/10/2019) unggahan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak lebih dari 44 ribu kali dan di-like oleh lebih dari 30 ribu kali. 

Dari informasi yang berhasil dihimpun, @azzam_cancel diketahui merupakan seorang mahasiswa di salah satu PTN di Jogja. 

Selain itu, video itu diambil di daerah Tulungagung, Jawa Timur. 

Saat dikonfirmasi , Jumat (18/10/2019) sore, Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Setiadi membenarkan hal tersebut. 

Ia mengatakan peristiwa yang terekam pada video tersebut terjadi pada Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. 

Berdasarkan keterangan pelaku, ia memberikan kucing tersebut dengan air kelapa dan bukanlah ciu sebagaimana rekaman video yang beredar luas tersebut. 

Sejauh ini, Polres Tulungagung masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena adanya laporan dari komunitas pencinta hewan. 

Penjelasan kampus 

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Muqowim mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk melakukan upaya klarifikasi dengan pengunggah video yakni AAH, selaku salah satu mahasiswanya. 

Namun hal tersebut menemui kendala. Tetapi, pihaknya mengaku berhasil melakukan komunikasi dengan orangtua AAH. 

Dalam komunikasi tersebut, sang Ayah AAH memberikan klarifikasi atau meluruskan atas video yang tersebar tersebut. 

Yakni, kucing yang di dalam video terseut tidaklah diberi ciu, melainkan diberi air kelapa karena keracunan setelah memakan tikus yang mati karena diberi racun tikus. Kejadian tersebut, imbuhnya terjadi pada Rabu (16/10/2019) malam. 

"Jadi ada kucing tetangga ditemukan sekarat karena makan tikus yang mati karena diracun. Oleh si pemilik (AN) dkk (AAH, Ade, Riky) diupayakan ditolong dengan diminumi air kelapa disaksikan oleh bapak, ibu dan kakeknya AN," ujar Muqowim menirukan ucapan ayah AAH. 
Sayangnya, AAH kemudian menggunggah video tersebut dalam Instastory-nya dengan narasi berbeda. 

"AAH merekam kejadian itu dan membuat narasi konten yang sadis, menggambarkan penyiksaan kucing dengan ciu. Diunggah di Instagramnya," lanjutnya saat dihubungi, Jumat (18/10/2019). 

Karena ramai di medsos, petugas dari Polsek Gondang mendatangi rumah AAH, dan mengamankan sejumlah orang, bangkai kucing dan sampel air kelapa yang dipakai untuk dibawa ke Polsek pada Kamis (17/10/2019) sore. 

"Malam pukul 20.00 karena AN sedang di luar kota, maka Bapak, Ibu AN dihadirkan di Polsek. Setelah melengkapi BAP, semua diperbolehkan pulang pukul 22.00 WIB," kata dia. 

Muqowim menambahkan, Jumat (18/10/2019) pagi, mereka diminta untuk datang ke Polsek lagi. 

Konfirmasi ulang 

Lebih lanjut, pihaknya akan memanggil AAH ke kampus untuk dimintai keterangan lengkap. Namun hal itu belum dapat dilakukan segera, karena yang bersangkutan masih berada di Tulungagung. 

Terkait kasus ini, Muqowim menyebut akan melakukan pembinaan terhadap AAH karena apa yang dilakukannya tidak mencerminkan kompetensi kepribadian, sosial dan leadership. 

Ia juga menegaskan, kejadian tersebut di luar kampus dan tidak ada hubungannya dengan program kampus. 

Muqowim menyayangkan atas tersebarnya video yang dilakukan AAH. 

"Secara pribadi, saya menyayangkan peristiwa ini. Sebab kampus kami sedang menggelorakan ajaran islam yang rahmatan lil alamin, bukan hanya menjadi rahmat bagi manusia namun juga untuk tumbuhan dan binatang, bahkan benda mati sekalipun," ujarnya. 

Muqowim juga menyampaikan, agar hal ini bisa menjadi pembelajaran agar anak muda lebih menebarkan energi positif di manapun berada, tidak hanya di kampus tapi juga di lingkungan masing-masing.

Thursday, October 17, 2019

Ingat Lagi, Spesifikasi Mobil Presiden Jokowi Anti-Peluru dan Ledakan Bom


Pelantikan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan berlangsung pada Minggu, 20 Oktober 2019 di gedung MPR RI, pukul 14.30 WIB. Usai resmi menjadi pemimpin negara periode 2019-2024, Jokowi akan mendaptkan mobil dinas baru, yakni Mercedes-Benz S600 Guard. 

Model terbaru itu menggantikan Mercedes Benz S 600 Pullman Guard warisan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Mercedes Benz S600 Guard yang akan digunakan oleh Jokowi hingga lima tahun ke depan itu merupakan mobil dengan tingkat perlindungan keamanan yang sangat tinggi untuk penumpang.



Sedan mewah asal pabrikan Jerman ini mendapat sertifikat VR10, yakni sertifikasi tingkat perlindungan tertinggi untuk kendaraan non-militer. 

VR sendiri merupakan standar perlindungan balistrik terbaru yang diterapkan oleh negara-negara Eropa. 
VR Menggantikan standar lama yang sebelumnya dipakai yaitu tingkat sertifikasi B1 sampai B7.

Fitur



VR10 sendiri sudah di atas tingkat B7. Perlindungannya mencakup daya tahan kaca dari senapan serbu. Kacanya terbuat dari polikarbonat dengan ketebalan tertentu yang dapat meredam hantaman peluru kaliber 7,62 mm. 

Tidak hanya tahan serangan peluru, mobil ini juga mengusung sertifikasi ERV 2010 sebagai kendaraan yang tahan ledakan.

Mobil dirancang dengan sasis dan pertahanan khusus yang memastikan kuat terhadap ledakan.



Salah satunya yaitu tambahan tameng atau pelat pada bagian bawah bodi. Sehingga mobil tahan serangan ledakan bukan hanya dari kanan-kiri saja, tapi juga atas-bawah. Memastikan kabin merupakan tempat yang sangat aman.

Teknis


Mercedes-Maybach S600 Guard mengusung mesin V12 berkubikasi 6000cc. Tenaga yang dihasilkan mencapai 530 tk dengan torsi 830 Nm. 

Kecepatan maksimal mampu mencapai 160 kpj. Namun kecepatan ini masih dibatasi secara elektronik. 

Sisi kenyamanan didukung suspensi udara AIRMATIC, Anti Slip Regulation (ASR) serta Electronic Stability Program (ESP). 

Sebagai perlindungan ekstra, tersedia ban run-flat atau yang tetap bisa dipakai meski kempis hingga jarak sejauh 30,5 km. 

Spesifikasi Khusus


Menurut Komandan Paspampres, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, ada spesifikasi khusus untuk menjadi kendaraan dinas Presiden Indonesia. 

“Pastinya harus punya fitur pengamanan lengkap. Anti peluru hingga kaliber tertentu, anti ranjau, dan lainnya. Tidak ada yang terlalu khusus, tapi pasti keamanan itu yang dicari,” ucap Maruli saat dihubungi Kompas.com belum lama ini. 

Maruli menjelaskan kendaraan yang selama ini digunakan Presiden Joko Widodo sudah memenuhi syarat keamanan tersebut.

Wednesday, October 16, 2019

Tanpa Tanda Tangan Presiden, UU KPK Hasil Revisi Resmi Berlaku

Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi mulai berlaku Kamis (17/10/2019) ini. 

Meski tanpa tanda tangan Presiden Joko Widodo, UU itu otomatis berlaku terhitung 30 hari setelah disahkan di paripurna DPR, 17 September lalu. 

Ketentuan ini tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, tepatnya pada Pasal 73 ayat 1 dan ayat 2. 

Pasal 73 ayat 1 menyatakan, "rancangan Undang-Undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 disahkan oleh Presiden dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak Rancangan Undang-Undang tersebut disetujui bersama oleh DPR dan Presiden". 

Lalu, Pasal 73 ayat 2 berbunyi, "dalam hal Rancangan Undang-Undang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak ditandatangani oleh Presiden dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak Rancangan Undang-Undang tersebut disetujui bersama, Rancangan Undang-Undang tersebut sah menjadi Undang-Undang dan wajib diundangkan". 

Melemahkan KPK 

UU KPK hasil revisi ini sendiri ramai-ramai ditolak aktivis antikorupsi lantaran dinilai disusun terburu-buru tanpa melibatkan masyarakat dan unsur pimpinan KPK. 

Isi UU KPK yang baru ini juga dinilai mengandung banyak pasal yang dapat melemahkan kerja lembaga antirasuah. 

Misalnya, KPK yang berstatus lembaga negara serta pegawai KPK yang berstatus ASN dapat mengganggu independensi. 

Dibentuknya dewan pengawas dan penyadapan harus seizin dewan pengawas dinilai dapat mengganggu penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan KPK. 

Selain itu, kewenangan KPK menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dalam jangka waktu dua tahun juga dinilai bisa membuat KPK kesulitan menangani kasus besar dan kompleks. 

Total, pihak KPK menemukan 26 poin di dalam UU hasil revisi yang bisa melemahkan kerja KPK dalam pemberantasan korupsi. 

Para pimpinan KPK, pegiat antikorupsi hingga mahasiswa pun menuntut Presiden Joko Widodo mencabut UU KPK hasil revisi lewat peraturan pemerintah pengganti undang-undang ( Perppu). 

Bahkan, elemen mahasiswa beberapa kali turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutannya. Bentrokan dengan aparat tak terhindarkan hingga memakan korban luka-luka dan korban jiwa. 

Perppu Belum Terbit 

Setelah aksi unjuk rasa besar-besaran menolak UU KPK hasil revisi itu, Presiden Jokowi menyatakan mempertimbangkan untuk menerbitkan Perppu. 

Namun sampai Rabu (16/9/2019) kemarin Perppu tidak kunjung terbit.


Pelaksana Tugas Menteri Hukum dan HAM Tjahjo Kumolo memastikan, tidak ada arahan Presiden untuk menerbitkan Perppu KPK. 

"Enggak ada (arahan menerbitkan Perppu). Tadi hanya bahas TPA (tim penilaian akhir)," kata Tjahjo usai menghadap Jokowi di Istana, Rabu. 

Rencana Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu ini belakangan memang mendapatkan penolakan dari partai politik pendukungnya sendiri. 

Diketahui, Perppu tetap harus membutuhkan persetujuan parpol yang duduk di fraksi DPR. 
PDI-P sebagai partai utama pengusung Jokowi sekaligus pemilik kursi terbanyak di parlemen sudah menyatakan menolak jika Presiden menerbitkan Perppu. 

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bahkan mengingatkan Presiden dapat dimakzulkan apabila nekat menerbitkan Perppu. 

Presiden Jokowi yang ditanyai seputar Perppu bergeming. 

Pada Rabu kemarin misalnya, Jokowi hanya tersenyum dan terdiam ketika wartawan bertanya apakah ia jadi menerbitkan Perppu. 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah yang berdiri di sebelah Jokowi justru pasang badan dan meminta wartawan untuk tak bertanya seputar topik Perppu KPK lantaran tak sesuai konteks acara. 

Demonstrasi 

Situasi ini pun memaksa mahasiswa kembali turun ke jalan. Gema seruan demonstrasi berkumandang di media sosial. 

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) se Jabodetabek-Banten misalnya, menyerukan aksi #tuntaskanreformasi mendesak Perppu KPK. 

Mereka mengagdenakan turun ke jalan pada Kamis (17/10/2019) hari ini, berlokasi di Istana Negara, Jakarta. 

Seruan diunggah melalui postingan sosial media Instagram BEM SI dengan alamat @bem_si, Rabu sore. 

Ghozi Basyir Koordinator Media BEM SI saat dikonfirmasi membenarkan soal seruan aksi dan rencana demonstrasi mahasiswa tersebut di Istana Negara. 

"Benar, benaran ada aksi," kata Ghozi sebagaimana dikutip Antara. 

Ia mengatakan, demonstrasi ini akan diikuti oleh mahasiswa dari aliansi BEM SI Jabodetabek dan Banten, dengan estimasi massa sekitar 2.000 orang. 

Aksi ini direncanakan dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai sekitar pukul 18.00 WIB. 

Tuesday, October 15, 2019

Terungkap Hasil Tes DNA Ariel NOAH, Ada Gen Jepang hingga Yunani


Musisi Nazril Irham atau akrab disapa Ariel menjadi salah satu dari 15 relawan yang mengikuti tes DNA dalam riset Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli. 

Hasil tes DNA tersebut dipamerkan dalam pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia yang digelar Majalah sejarah berbasis online Historia.id di Museum Nasional, Jakarta Pusat, pada 15 Oktober - 10 November 2019. 

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bila Ariel memiliki empat perpaduan DNA. 

DNA tersebut terdiri dari South Asian sebesar 79,78 persen (India, Bangladesh, Tamil, Nepal), East Asian sebesar 15,14 persen (Jepang), Asian Dispersed 5,02 persen (Asia-Amerika), Middle Eastern 0,05 persen (Cypriot-Yunani). 

Bonnie Triyana selaku Pemimpin Redaksi Historia.id mengatakan, penelitian ini untuk memberi pencerahan terhadap masyarakat yang beberapa waktu belakangan termakan politik identitas hingga berdampak buruk dalam struktur sosial. 

"Adanya pengetahuan leluhur asli melalui hasil tes DNA merupakan pengetahuan yang penting dan memberi pencerahan bahwa masalah pribumi dan non pribumi sudah tidak relevan lagi," ucap Bonnie di lokasi acara saat pembukaan pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia, Selasa (15/10/2019). 

"Dengan pengetahuan mendalam mengenai DNA, harapannya kita lebih bertoleransi, mampu memahami perbedaan satu sama lain, dan menjaga keutuhan bangsa dan budaya," tambah Bonnie. 

Hal senada juga dilontarkan oleh Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Triana Wulandari. Ia menganggap pameran ini menjadi penting untuk mengedukasi masyarakat agar lebih dewasa. 

" Tes DNA ini menjadi jawaban untuk memelekkan bahwa asal usul orang Indonesia beragam. Sehingga tak ada lagi mengkotak-kotakan," ucap Triana di lokasi yang sama. 

Penelitian ini juga ditujukan untuk menjawab dari mana asal usul bangsa Indonesia yang memiliki sebanyak 700 lebih bahasa dan 500 populasi etnik dengan budaya yang beragam. 
Dalam penelitian genetik ini memakai metode DNA mitokondria yang diturunkan melalui jalur maternal atau ibu, lalu kromosom Y yang hanya diturunkan dari sisi paternal atau ayah, serta DNA autosom yang diturunkan dari kedua orangtua. 

Penanda genetik itu pun menunjukkan bukti adanya pembauran beberapa leluhur genetik yang datang dari periode maupun dari jalur yang beragam. 

Ada sebanyak 15 relawan yang hasil tes DNA mereka dipamerkan dalam acara ini. Para relawan itu terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang yang berbeda. 

Beberapa nama di antaranya adalah Ariel NOAH, Najwa Shihab, Mira Lesmana, Ayu Utami, dan Riri Riza. Sebagian lainnya merupakan peserta umum yang terpilih sebagai relawan untuk tes DNA tersebut. 

Hasil penelitian DNA ini disajikan dalam bentuk pameran yang disandingkan dengan berbagai benda prasejarah hasil peradaban manusia selama berpuluh-puluh ribu tahun. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dari mana leluhur bangsa Indonesia. 

Kegiatan tersebut didukung Direktorat Sejarah, Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Museum Nasional.