Tuesday, November 5, 2019

Facebook Ubah Logo Perusahaan


Pekan ini, perusahaan Facebook mengumumkan desain logo perusahaan terbarunya. Secara sekilas, logo Facebook ini tampak sederhana. 

Logo tersebut secara gamblang hanya bertuliskan " FACEBOOK" dan ditulis menggunakan huruf kapital. 

Menurut Antonio Lucio, selaku Chief Marketing Officer Facebook, pihaknya merancang logo baru lantaran ingin mempertegas posisi Facebook agar tidak dipandang sebagai perusahaan yang punya satu platform jejaring sosial saja.  

Facebook sendiri saat ini memang masih menjadi nama dari salah satu platform besutan perusahaan asal Menlo Park, AS ini.  

Antonio juga memastikan, logo ini tidak akan menggantikan logo "f" ikonik yang menjadi logo jejaring sosial Facebook. 

Lebih lanjut, logo ini nantinya bakal bisa dilihat di setiap layanan yang dikembangkan Facebook, menggantikan keterangan "from Facebook" yang sudah disisipi di beragam aplikasi sejak Juni lalu. 

Warna merek "Facebook" pun bakal berbeda tergantung di mana logo tersebut hadir. 

Di aplikasi Instagram, misalnya, kata "Facebook" bakal dihiasi dengan warna yang menyerupai logo platform tersebut.


Adapun layanan yang bernaung di bawah payung Facebook saat ini mencakup Facebook, Messenger, Instagram, WhatsApp, Oculus, Workplace, Portal dan Calibra. 

Penerapan logo baru ini sendiri bakal digelontorkan dalam beberapa minggu ke depan di dalam aplikasi besutan Facebook, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Facebook Newsroom, Selasa (5/11/2019). 

Di situs Facebook Newsroom sendiri, logo baru ini terpantau sudah terpampang menghiasi header website.

"Perubahan logo ini adalah cara untuk menyampaikan struktur kepemilikan kami lebih baik kepada pengguna dan pelaku bisnis yang menggunakan layanan kami," pungkas Antonio.


Sunday, November 3, 2019

Tolak Rp 10 Miliar demi Jaga Hutan, Kakek Suhendri: Oksigen bagi Warga


Suhendri, kakek berusia 78 tahun asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ini berharap hutan buatannya di tengah Kota Tenggarong akan terus dijaga dan dirawat. 

Alasannya, perjuangan untuk menyediakan oksigen bagi masyarakat Tenggarong yang telah dirintisnya sejak 1986 itu sudah melalui cobaan yang tidak mudah. 

"Saya menyiapkan oksigen bagi masyarakat di kota ini," kata Suhendri. 

Salah satu pengalaman yang tak pernah dia lupakan adalah saat menolak tawaran senilai Rp 10 miliar untuk lahan 1,5 hektar miliknya itu.  

“Saya tidak jual. Saya harap ada orang yang bisa melanjutkan merawat hutan ini meskipun bukan keluarga saya,” ujar Suhendri saat berbincang di kediamannya.
Suhendri menjelaskan, niat dirinya untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon di tengah kota sudah tertanam dalam hati. 

Godaan para investor yang menawar akan membeli lahan seluas 1,5 hektar untuk dijadikan perumahan pun tak mempan baginya. 

“Banyak yang datang mau beli, tapi saya tidak mau. Apalagi mau bikin perumahan, saya tidak mau, lingkungan rusak," ungkap Suhendri. 

Awal mula perjuangan Suhendri 

Kakek dua anak ini menceritakan, saat pertama kali menginjak tanah Kalimantan Timur pada 1971, dia bekerja sebagai pekerja proyek pembangunan asrama milik perusahaan kayu. 

Saat itu juga bisnis kayu sedang marak. Dia menyaksikan kayu ditebang, berhektar-hektar hutan gundul tanpa sisa. 

"Dari situ muncul motivasi. Saya akan merawat hutan. Saya kemudian beralih jadi petani, tapi garap lahan orang lain," ujar dia. 

Lalu, Suhendri melanjutkan, pada tahun 1979, dirinya membeli lahan seluas 1,5 hektar. Saat itu dia beli dengan harga Rp 100.000. 

Lahan itu dia gunakan untuk bertani dengan konsep pertanian agroforestri, yaitu menggabungkan pepohonan dengan tanaman pertanian. 

Awalnya, ia menanami komoditas pertanian, seperti lombok, sayuran, dan buah-buahan. 

Lalu, tahun 1986, dia mulai menanam (pohon) kayu setelah mendapat bibit dari Bogor, Jawa Barat. Waktu itu, kata Suhendri, ada 1.000 bibit kayu damar, meranti, kapur, pinus, kayu putih, ulin, dan sengon. 

Saat ini, pohon yang dia tanam pada 1986 silam sudah tinggi menjulang membentuk hutan dalam kota dan memberi udara segar bagi warga Tenggarong. 

 Berjalannya waktu, hutan tengah kota milik Suhendri telah jadi tempat penelitian mahasiswa. 

Bahkan, hutan tengah kota ini pernah menjadi lokasi penelitian skripsi mahasiswa asal Jepang. 

Suhendri juga sering mendapat penghargaan dari berbagai pihak karena hutannya. Saat ini, Suhendri bersama istrinya, Junarsa, tinggal di rumah sederhana di tepi hutan miliknya. 

Niatnya untuk menyediakan oksigen bagi warga kota pun masih terpupuk di antara pepohonan di lahan miliknya

Saturday, November 2, 2019

Orang yang Pernah Selingkuh Akan Kembali Selingkuh di Lain Waktu

Perselingkuhan memang tak bisa terhelakkan, meski telah dijaga sebaik mungkin pun.

Bahkan, suatu hubungan yang terbilang harmonis dan mesra juga bisa memiliki peluang masuknya orang ketiga.

Nah berbicara soal perselingkuhan, tahukah kamu bahwa orang yang sekali selingkuh akan selamanya jadi tukang selingkuh?Ya, meski pernah tertangkap basah selingkuh dan kemudian meminta maaf hingga akhirnya hubungan kembali membaik, nyatanya orang itu memiliki potensi untuk kembali melakukan kesalahan tersebut.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience Intisari.grid.idseperti yang dilansir dari , hal ini ada hubungannya dengan bagaimana tanggapan otak dan perasaan manusia terhadap tindakan berbohong.

Para peniliti di University College pun mencoba mengetahui hal ini melalui cara menebak isi koin dalam gambar sebuah kaleng yang diburamkan, dengan iming hadiah uang bila tebakan para partisipan melebihi jumlah koin yang ada.

Dan hasilnya, mereka pun berbohong dan melebih-lebihkan isi koin dalam kaleng tersebut.

Di saat bersamaan, para peneliti juga mengamati amygdala, bagian dari otak yang mengatur emosi. Ternyata, selama partisipan berbohong, reaksi amygdala semakin menurun yang berarti rasa penyesalan juga semakin berkurang.

Ini sama halnya dengan ketika seseorang berbohong pada pasangannya mengenai ke mana dia pergi dan siapa yang dia temui.

Friday, November 1, 2019

8 Tahun Pacaran, Pria ini Malah Ditinggal Pacarnya Nikah dengan Cowok Lain, Netizen: ‘Cie jagain jodoh orang’


Hubungan asmara yang terjalin di dunia nyata tidak lah selalu berakhir manis, layaknya ending di sinetron.

Bahkan terkadang ekspektasi tentang masa depan bersama pasangan berbanding balik dengan realita yang ada.

Seperti apa yang dialami oleh pria asal Kamboja bernama Sinnich.

Delapan tahun menjalin hubungan dengan kekasihnya, jalinan asmaranya malah kandas di tengah jalan.

Wanita pujaannya bahkan sudah dipersunting lelaki lain.

Kisah pahitnya ini pun ia bagikan ke akun media sosial Facebook miliknya. Ia juga membagikan potret-potret kebersamaannya dengan sang mantan dari sejak tahun pertama pacaran hingga kedelapan, yang terus mengalami transformasi dari tahun ke tahun.


Selain itu, Sinnich juga turut mengunggah foto dirinya yang tengah menghadiri pernikahan sang mantan.

Sinnich yang hadir dengan kemeja putih bergaris biru tampak berdiri di sebelah mempelai pria, dengan memberikan senyum yang mengembang saat pose bersama.


Ia lantas meminta kepada teman Facebooknya untuk memberikan judul lagu apa yang cocok dengan perjalanan cintanya tersebut.

“Bisa memberikan aku judul lagu yang pas? Tulis judulnya di bawah,” tulis Sinnich.

Tak membutuhkan waktu lama, postingannya ini pun viral dan dibanjiri komentar. Bukan hanya netizen di negaranya, warganet dari Indonesia juga turut meramaikan kolom komentar.

Dan seperti biasanya, komentar yang dilontarkan netizen pun bernada kocak.

“Cie jagain jodoh orang,” tulis akun Indah Faridia Bachtiar.

“Judulnya ditinggal rabi,” sahut akun Putri Purnama Sari.

“Mencoba untuk tertawa di depan keduanya,” sambung akun ChhayHy Eng,

Thursday, October 31, 2019

Raffi Ahmad: Berani Ganggu Istri dan Anakku, Saya Tidak Akan Diam!


Pembawa acara Raffi Ahmad memperingatkan pihak-pihak yang ingin mengganggu kehidupannya bersama keluarganya. 

Selama ini, Raffi mengaku selalu diam dan tidak menanggapi jika ada kabar hoaks yang datang padanya. 
Namun, hal berbeda akan terjadi jika kabar hoaks tersebut datang kepada sang istri, Nagita Slavina dan putra semata wayangnya, Rafathar.  

"Pokoknya hati-hati ya buat kalian semua, saya Raffi Ahmad, kalau orang ganggu-ganggu saya, ya saya diam sajalah, saya mah orangnya enggak peduli," ujar Raffi Ahmad dalam video yang diunggah akun YouTube RANS Entertainment.

Pernyataan Raffi ini untuk menanggapi beredarnya hoaks video syur mirip sang istri, Nagita Slavina. 
Berdasarkan penelusuran, video tersebut pertama kali disebarkan oleh akun Twitter @sagubiruu.  

"Tapi beda halnya kalau mengganggu istri dan anak saya. Perempuan itu, kan, harus dijaga, kalau laki-laki mah istilahnya lebih cuek," kata Raffi.  

Raffi kesal karena berita hoaks ini muncul ketika ia dan keluarganya berlibur keliling Indonesia.  

Raffi berharap tak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu liburannya. 

"Pokoknya kami ingetin ya buat yang menyebar berita-berita hoaks, kalian hati-hati ya. Raffi Ahmad tuh jarang marah, tetapi kalau ada yang mengganggu orang-orang di sekeliling Raffi Ahmad, Raffi Ahmad akan marah dan mungkin akan bisa murka dengan cara saya sendiri," ujar Raffi.  

Raffi mengaku ingin mencoba berpikir positif dan fokus terhadap liburannya. 

Ia akan tetap bahagia menjalani liburannya keliling Indonesia. 

"Tapi aku takutnya ada orang yang ingin memanfaatkan ini dan ingin mengganggu liburan kita dan ingin menjatuhkan istri aku. Jadi hati-hati kalian ya, kita harus tetap have fun liburannya dan kita enggak akan terganggu dengan apapun," ujar Raffi Ahmad didampingi Nagita Slavina.  

Wednesday, October 30, 2019

Ketindihan dan Melihat Hantu Saat Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Hari Halloween yang jatuh setiap 31 Oktober identik dengan hal-hal yang berbau supernatural. Ketika berbicara mengenai fenomena supernatural, salah satu hal yang paling umum dialami adalah ketindihan. 
Ketindihan merupakan fenomena di mana seseorang terbangun saat tidur dalam keadaan tidak bisa bergerak, berbicara atau bahkan bernapas. Dalam banyak budaya, termasuk Indonesia, ketindihan ini sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat supernatural. 

Namun, sebetulnya tidak ada yang supernatural mengenai "ketindihan". 

Dilansir dari Live Science, 14 Januari 2015, hampir 40 persen orang di dunia pernah mengalami ketindihan. Lalu, fenomena ini dikenal di dunia medis sebagai kelumpuhan tidur atau sleep paralysis. 

Para ahli telah lama mengetahui bahwa ketindihan terjadi ketika seseorang terbangun pada tahan tidur yang disebut rapid eye movement (REM). 

Pada tahap ini, seseorang biasanya sedang bermimpi, sementara ototnya nyaris mengalami kelumpuhan agar dia tidak bergerak-gerak secara ekstrem. Alhasil, ketika terbangun pada tahap REM, seseorang menjadi tidak bergerak atau mengalami kelumpuhan sementara. 

Terkait penampakan hantu saat ketindihan, para peneliti menduga bahwa penyebabnya bisa jadi karena kinerja otak yang terganggu. 

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal Medical Hypotheses; Baland Jalal yang merupakan seorang pakar neurosains dan koleganya Vilayanur Ramachandran di University of California, San Diego menulis bahwa otak kita mungkin memiliki peta saraf tubuh. 

Ketika neuron mengirimkan perintah pada tubuh untuk bergerak, tetapi kemudian tidak mendeteksi adanya gerakan; peta tubuh di otak menjadi terganggu. 

"Ini menyebabkan distorsi persepsi diri, sehingga Anda mungkin akan mengalami keluar dari tubuh, atau melihat berbagai bentuk yang aneh muncul, meskipun bentuk-bentuk itu sebetulnya adalah versi cacat dari diri Anda sendiri," ujar Jalal kepada The Guardian, 30 Oktober 2015. 

Terperangkap dalam kondisi setengah terbangun ini dengan tubuh yang tak lagi dikenali, kecemasan bisa memuncak. 

Otak yang bingung lantas bisa menginterpretasikan berbagai sinyal yang ditangkapnya dan memasukkan kepercayaan atau memori ke dalam situasi. 

Inilah, ujar Jalal, alasan banyak orang melihat hantu, setan, alien atau bahkan potongan masa lalu ketika ketindihan. 

Untungnya, halusinasi mengerikan ini tidak bertahan lama. Ketika tubuh bisa bergerak kembali, bisa satu detik atau bahkan 20 menit sejak dimulainya ketindihan, biasanya halusinasi juga akan langsung menghilang. 

Jalal berkata bahwa ketindihan bisa menjadi pengalaman yang mengerikan bagi beberapa orang. Namun, pengetahuan yang jelas akan apa yang menyebabkan fenomena ini bisa sangat membantu orang-orang yang sering mengalami ketindihan.

Tuesday, October 29, 2019

Kronologi Pegawai Bank Salah Transfer hingga Nasabah Dijatuhi Denda Rp 4 Miliar


Eddy Sanjaya, Direktur Utama Mestrasco yang bergerak di bidang jasa pemasaran/penjualan tiket, dijatuhi hukuman denda Rp 4 miliar oleh hakim Pengadilan Negeri Medan, Senin (28/10/2019). 

Ini karena Eddy dengan sengaja menguasai uang Rp 3,6 miliar hasil salah kirim pegawai bank. Uang itu tak sengaja dikirim ke rekening Eddy. 

Bukannya mengembalikan, Eddy malah menggunakan uang tersebut untuk biaya operasional perusahaannnya.  

"Akibat perbuatan terdakwa PT Darma Utama Metrasco, saksi korban pihak PT BNI Tbk merasa keberatan dan mengalami kerugian sebesar Rp 2.880.574.000," kata jaksa Rosinta. 

Kejadian itu berawal pada 2013, saat  Raja Penawar Sembiring, teller di BNI cabang Medan, melakukan transaksi tunai, nontunai, dan kliring yang masuk. 

Saat itu Raja menerima dua berkas bilyet giro. 

Ia harus melakukan setoran kliring ke rekening perusahaan milik Eddy, yakni PT Dharma Utama Metrasco dan rekening BNI PT Supernova. 

Pada pengiriman pertama, Raja memindahkan dana dari bilyet giro terdakwa PT Darma Utama Metrasco sebesar Rp 3 juta. 

Selanjutnya, Raja memasukkan setoran kliring yang kedua dengan tujuan PT Supernova berupa 1 lembar warkat bilyet giro CIMB Niaga No AAR 332078 dengan nilai nominal sebesar Rp 3,6 miliar 

Namun, ternyata Raja lalai dalam melakukan setoran kliring bilyet giro CIMB Niaga No AAR 332078. 

Ia ternyata hanya menggantikan nilai nominal yakni sebesar Rp 3,6 miliar tanpa melakukan pengecekan sumber dana dan tujuan transfer dana. 

Dana Rp 3,6 miliar akhirnya masuk ke rekening BNI atas nama terdakwa PT Darma Utama Metrasco. 

Padahal, dana itu seharusnya terbukukan ke rekening PT Supernova No 13733998 yang berada di Jakarta. 

Mengetahui dana masuk 

Pada 14 Juli 2013, Eddy mengetahui ada dana masuk ke rekening perusahaannya. 

Ia mendapatkan informasi tersebut dari Beny Sanjaya selaku Direktur PT Darma Utama Metrasco. 

Atas kesepakatan bersama, mereka menggunakan dana tersebut untuk keperluan operasional PT Darma Utama Metrasco tanpa mengonfirmasi asal usul dana tersebut. 

Pada 26 Juli 2013, BNI mengetahui terjadi kesalahan.  

Di hari yang sama, sekitar pukul 14.00 WIB, Raja mengonfirmasi ke PT Darma Utama Metrasco. 

Kasir keuangan, Ayien, membenarkan ada dana masuk pada 12 Juli 2013. Ayien kemudian mengonfirmasi kepada Eddy. 

Setelah melakukan musyawarah, ada persetujuan bahwa pada 2 Agustus 2013 PT Darma Utama Metrasco mendebet rekening sebesar Rp 730 juta, sehingga sisa dana yang masih digunakan sebesar Rp 2,8 miliar. 

Ternyata sisa dana tersebut tidak kunjung dikembalikan. 

BNI sudah tiga kali melakukan somasi kepada perusahaan tersebut agar segera mengembalikan kekurangan dana. 

Namun, ternyata dana itu telah digunakan untuk operasional perusahaan. 

Kasus itu berujung persidangan, di mana Eddy Sanjaya dinyatakan bersalah.  

Selain hukuman denda sebesar Rp 4 miliar, terdakwa juga dihukum membayarkan kerugian pihak BNI cabang Medan sebesar Rp 2,8 miliar.