Monday, October 7, 2019

Derai Air Mata Gisel Saat Gempi Ucapkan Kalimat Ingin Tidur Bertiga


Penyanyi Gisella Anastasia atau akrab disapa Gisel tak kuasa menahan tangis saat menceritakan tentang putrinya, Gempita Nora Marten atau Gempi. 

Gisel mengira selama ini Gempi sudah paham bahwa ayah dan ibunya berpisah. Gisel memastikan Gempi mendapat kasih sayang penuh darinya dan dari ayahnya, Gading Marten. 
Namun, setelah bercerai dengan Gading, Gisel menyadari memang banyak waktu yang kini tak bisa dijalani bersama bertiga dengan Gempi. 

"Yang mestinya bisa tidur bareng jadinya ganti-gantian. Aku sama Gempi, Gempi sama bapaknya, atau aku ke luar kota, bapaknya nginep sini (rumah di Rempoa)," ucap Gisel sambil menangis dalam tayangan di akun YouTube Ussy Andikha Official seperti dikutip Kompas.com, Selasa (8/10/2019). 

Keluarga Gading, Gisel, dan Gempi atau yang dulu dikenal dengan GGG itu memang tak lagi utuh. 

Tangis Gisel pun pecah saat menceritakan Gempi mengeluarkan kalimat ajakan kepada Gading untuk tidur bertiga lagi.



Saat itu Gisel menyadari bahwa Gempi memang belum mengerti kini mereka tak lagi bisa tidur bertiga. 

"Cuma tetap pada suatu titik anak itu nanya. Pas kemarin bapaknya syuting, itu dia nanya, 'Ayo ya udah papa nanti pulang syuting libur main ke sini ya, nanti kita bobo bareng ya'. Ternyata dia tetap enggak ngerti. 'Bobo sama aku sama mama ya'. Bapaknya diam, aku juga diam, di video call diam semua," cerita Gisel berderai air mata. 

Tak terasa, Ussy juga tak bisa menahan air matanya saat Gisel menceritakan tentang Gempi. 

Pertanyaan polos dari Gempi itu terasa sangat dalam bagi Gisel. 

Akhirnya, Gisel memberi penjelasan ulang kepada Gempi bahwa mereka sudah tidak bisa tidur bertiga lagi sebagai GGG.

"Sebagai ibu, dengar anak ngomong begitu, hancur sekali hati aku," ucap Gisel. 
Sebelumnya, Gisel juga pernah menjelaskan kepada Gempi soal orangtuanya yang telah pisah rumah. Gading tinggal di rumah Andara, sedangkan Gisel di rumah Rempoa. 

Gading dan Gisel menikah pada 15 November 2013 di sebuah tempat di Bali. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak perempuan. 

Setelah menjalani rumah tangga selama 5 tahun, Gisel menggugat Gading Marten, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 19 November 2018. 

Pada 23 Januari 2019, Gading dan Gisel resmi bercerai.



Sunday, October 6, 2019

Ketua MPR: Menteri Kabinet Baru Jokowi Harus Komunikatif dan Responsif

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, ada beragam persoalan yang terjadi, yang mengemuka dan yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini.  

Secara tidak langsung apa yang disuarakan publik menjadi masukan bagi pemerintahan baru nanti serta DPR, DPD dan MPR periode 2014-2019. 

Oleh karenanya, ia meminta presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk memilih menteri kabinet kerja yang pekerja keras dan responsif dalam menampung aspirasi masyarakat. 

"Presiden terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin harus memilih menteri yang tidak sekadar pekerja keras seperti periode sebelumnya, tetapi juga sosok menteri yang responsif terhadap aspirasi masyarakat di semua daerah. Aspirasi dan ketidakpuasan antara daerah yang satu dengan lainnya pasti tidak sama, karena karakter daerah dan masyarakat Indonesia memang berbeda-beda," kata Bambang kepada wartawan, Minggu (6/10/2019). 

Bambang mengatakan, presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk memilih sosok menteri dari berbagai komunitas, termasuk unsur partai politik (Parpol) maupun para profesional. 

Menurut dia, Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan sehingga syarat utama sosok yang layak dipilih presiden untuk menjadi menteri adalah responsif dan komunikatif. 

"Karena Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan pada beberapa sektor, Sosok menteri yang mau bekerja keras tentu menjadi persyaratan utama. Syarat lain yang tidak kalah pentingnya adalah sosok menteri yang juga responsif dan komunikatif dengan semua elemen masyarakat," ujarnya. 

Bambang mencontohkan peristiwa yang terjadi di Papua. Dalam lima tahun terakhir, kata dia, pemerintah sudah memberikan perhatian kepada Papua. Namun, apa yang dikerjakan pemerintah tak dapat memuaskan semua elemen. 

"Berangkat dari kecenderungan itu, Pemerintah bersama parlemen tentu harus mencari rumusan baru untuk menjawab aspirasi masyarakat Papua," tuturnya. 

Berdasarkan hal tersebut, menurut Bambang, pemerintahan Jokowi periode berikutnya akan sangat membutuhkan menteri yang komunikatif dan responsif sehingga dapat menjawab kegelisahan rakyat dengan program kerja. 

"Menteri yang komunikatif dengan publik amat diperlukan agar dia mau mendengar dan menyerap aspirasi publik. Penyerapan aspirasi itu kemudian direspons para menteri melalui program kerja dan kebijakan atau peraturan menteri," pungkasnya.

Saturday, October 5, 2019

Presiden Jokowi di Urutan 13 Daftar 50 Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia


Pusat Studi Islam Strategis Kerajaan Yordania merilis 500 tokoh Muslim berpengaruh di dunia untuk edisi 2020 mendatang. 

Dalam daftar itu, di urutan 50 besar, Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) berada di urutan 13, di bawah Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani. 

Di dalam publikasi The Muslim 500, Presiden Jokowi merupakan pemimpin pertama yang bukan berasal dari militer atau dinasti politik. 

Dia datang dari keluarga bersahaja keturunan Jawa. Sang ayah merupakan pengusaha furnitur kecil, di mana seringkali tak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. 

Disebutkan di sana Jokowi merupakan Wali Kota Solo yang begitu dekat dengan warganya. Dia fokus mempopulerkan Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa. 

Namun, dia juga gencar mengembangkan sistem transportasi publik, layanan kesehatan, dan iklim usaha yang sesuai dengan warganya. 

Presiden berusia 58 tahun itu disebut adalah sosok politisi "bersih", di mana menghindari korupsi serta nepotisme yang menjangkiti kalangan politisi. 

Setelah itu karir politiknya menanjak sebagai Gubernur DKI Jakarta, sebelum dicalonkan sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan. 

Selama berkampanye, dia mempertahankan "Tradisi Blusukan". Yakni terjun dan mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan rakyat. 

Pendekatan ini membuatnya mengerti apa yang menjadi saran serta kritikan dari masyarakatnya, dan menikmati relasi kuat dengan publik. 

Dalam pemilu April lalu, Jokowi yang menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI) terpilih dengan meraup 55,5 persen suara. 

"Pluralisme adalah bagian DNA Indonesia. Meski banyak tantangan, Islam di Indonesia merupakan kekuatan moderasi," ujar Jokowi yang dikutip oleh The Muslim 500. 

Dalam publikasi edisi tahun depan itu, dia naik tiga peringkat dibandingkan edisi 2019, di mana dia berada di posisi ke-16. 

Selain Presiden Jokowi, tokoh Indonesia lain yang masuk ke dalam daftar 50 besar tokoh Muslim berpengaruh dunia adalah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. 

Said Aqil Siradj berada di urutan 19. Dia membentuk Said Aqil Centre di Mesir, yang fokus kepada diskursus Islam, terutama tentang Dunia Arab. 

Adapun peringkat pertama dalam daftar tersebut adalah sarjana Islam Deobandi Hanafi asal Pakistan, Muhammad Taqi Usmani. 

Memulai publikasi sejak 2009, The Muslim 500 memfokuskan nominasi pada pengaruh si tokoh baik terhadap dunia Islam, maupun komunitas non-Islam.

Friday, October 4, 2019

Jangan Buru-Buru Operasi, Penderita Kanker Usus Coba Baca Ini

Bustanul (54) masih mengingat jelas bagaimana perasaannya ketika divonis menderita kanker usus stadium tiga pada Agustus 2013 silam. 

“Pokoknya yang paling menakutkan itu, dengar dari beberapa sumber, rate survive dari kanker usus ternyata cukup rendah,”

Ketakutan serupa dialami Umar (58), saat divonis mengidap kanker rektum stadium tiga pada September 2011 lalu. 

Ketika itu, Umar bercerita bukan hanya ia yang merasakan takut, istrinya pun sampai stres memikirkan vonis memilukan. 

“Istri saya kacau pikirannya, lari ke mobil usai mendengar keterangan dari dokter, malah dia sempat tiga hari tidak bisa tidur karena stres ,” kata Umar saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (17/9/2019). 

Ya, bicara kanker, siapa pun tak mengharapkan penyakit tersebut hinggap pada dirinya. 

Pasalnya, kanker merupakan penyebab kematian tertinggi nomor dua di dunia dengan jumlah 9,6 juta kasus di tahun 2018, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Apalagi, kanker bukan cuma mengakibatkan kematian dan rusaknya fisik, penderitanya juga rentan mengalami gangguan psikis,. 

Bahkan, masih dari sumber sebelumnya, penyakit kanker berimplikasi pula pada orang-orang terdekat penderita, seperti keluarga. 

Kanker kolorektal 

Perlu diketahui, kanker usus yang menyerang Bustanul dan kanker rektum yang menyerang Umar masuk ke dalam golongan kanker kolorektal. 

Dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kanker kolorektal terjadi di jaringan usus besar yang terdiri dari kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan, atau rektum (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus). 

Deteksi dininya dapat dilihat ketika buang air besar (BAB). gejala kanker kolorektal ditandai dengan adanya darah pada feses. 

Selain itu, pola BAB yang berubah, misalnya dari yang hanya dua kali sehari menjadi sering hingga sampai 10 kali, juga menjadi gejala kanker tersebut. 

Namun, karena gejalanya mirip dengan penyakit wasir, tak sedikit penderita kanker kolorektal telat mendapat pertolongan. 

Makanya, untuk mendapatkan hasil akurat, penderita yang mengalami gejala seperti itu, disarankan melakukan tindakan kolonoskopi (meneropong usus dengan alat bowel scope). 

Kembali merujuk data Kemenkes, jumlah kasus baru kanker kolorektal yang terjadi di Tanah Air selama 2018 sebanyak 12,1 per 100.000 penduduk usia produktif. 

Kanker tersebut berada di urutan ketiga jenis kanker yang paling banyak diderita, setelah kanker payudara dan kanker paru. 

Bukan cuma mematikan, tapi peluang sembuh dari kanker kolorektal pun terbilang cukup rendah, apalagi bila sudah mencapai stadium tiga dan empat,

Berangkat dari fakta-fakta di atas, maka wajar saja Bustanul dan Umar dirundung ketakutan. Terlebih saat dihadapkan dengan pilihan pengobatan yang menurut mereka tidak mengenakkan. 

Bustanul mengatakan, saat itu dokter yang memvonisnya menyarankan untuk melakukan operasi pemotongan usus. 

“Operasi kanker seperti ini, kami tidak tahu berapa panjang usus yang harus dipotong. Kalau potongnya cukup panjang hingga ke anus, maka organ tersebut tidak bisa dipakai lagi,” ungkapnya menirukan ucapan sang dokter. 

Bahkan, Bustanul menambahkan, metode tersebut berisiko mengganggu vitalitas.


Pernyataan senada diutarakan Umar. Apalagi, kanker rektum yang dideritanya saat itu panjang tumornya sudah mencapai 5 centimeter, diameter 4 centimeter, dan hanya berjarak 2 centimeter dari anus. 

"Saya tidak mau, karena (usus) dipotong dan dipasang kantong kolostomi (kantong feses) di luar, itu sebenarnya yang membuat saya dan istri down," ungkap Umar dengan ekspresi bergidik. 

Memang benar, di Indonesia, untuk dapat sembuh dari kanker kolorektal pasien harus menjalani pengobatan operasi, kemoterapi, dan radiasi,

Bahkan, untuk mencegah risiko kambuh, tak jarang pembedahan juga akan dilakukan pada jaringan sekitar tumor. 

Kendati tujuannya untuk sembuh, namun metode pengobatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada kasus tumor di sekitar anal atau anus. 

Itu terjadi karena setelah operasi, biasanya dibutuhkan pembuatan kantong (kolostomi) dan rekonstruksi anus buatan, seperti yang diungkapkan Umar. 

Akibatnya, tak jarang penderita mengalami berbagai tekanan psikologis. Mulai dari ketidaknyamanan ketika proses perawatan hingga beban tersendiri saat pasien akan kembali ke masyarakat. 

Tentu dengan efek yang seperti itu, baik Bustanul maupun Umar memilih untuk segera mencari solusi lain alias second opinion. 

Pengobatan yang dipilih 

Beruntung, berkat usaha mencari informasi pengobatan dari sana sini, keduanya bisa sembuh dari kanker kolorektal. 

Kesembuhan yang didapat pun sesuai keinginan mereka, yaitu sembuh tanpa operasi di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. 

Mereka menjalani pengobatan kanker tersebut pada tanggal yang sama, yaitu 2 Oktober, namun dalam tahun berbeda. Umar di tahun 2011, sedangkan Bustanul pada 2013. 

Adapun metode pengobatan kanker tanpa operasi yang dijalani Bustanul maupun Umar, terdiri dari intervensi, imunoterapi, dan cryosurgery.


Metode intervensi merupakan salah satu pengobatan minimal invasif alias minim luka yang dimiliki St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. 

Sebenarnya, intervensi merupakan kemoterapi. Namun yang membedakan dari kemoterapi konvensional, pada metode ini obat yang digunakan langsung mengarah ke pusat sel-sel kanker lewat proses kateterisasi. 

Metode intevensi ini juga disebut sebagai kemo bertarget, karena dilakukan berkali-kali hingga sel-sel kanker mengecil, bahkan hilang. 

Dengan cara kerja seperti itu, maka efek obat tidak mempengaruhi bagian tubuh lainnya yang sehat, sebagaimana kerap terjadi pada kemoterapi konvensional. 

Kemudian pengobatan minim luka selanjutnya adalah imunoterapi yang merupakan terapi biologis. Cara kerjanya, yaitu dengan menyuntikkan sel imun anti kanker ke dalam tubuh pasien.


Kemudian pengobatan minim luka selanjutnya adalah imunoterapi yang merupakan terapi biologis dengan cara mengambil darah pasien dan dikembangbiakkan Natural Killer Cell (NK Cell). 

NK Cell sendiri merupakan teknologi yang mampu membersihkan sel kanker dalam tubuh hingga ke pembuluh darah. 

Selanjutnya, darah pasien yang dikembangbiakkan tadi kembali disuntikkan ke dalam tubuh pasien. 

Tak hanya mematikan sel tumor secara langsung, metode tersebut dapat pula merangsang tumbuhnya sel-sel kekebalan tubuh yang berguna melawan sekaligus mencegah risiko timbulnya kanker kembali. 

Apalagi, bila metode imunoterapi dikombinasikan dengan terapi intervensi, maka hasil pengobatan kanker kolorektal akan lebih maksimal alias sembuh total.


Lalu pengobatan minimal invasif lainnya bernama cryosurgery. Metode ini memanfaatkan peralatan khusus seperti jarum, mesin pencitraan, dan dua jenis gas. 

Cara kerjanya, dengan menggunakan jarum, gas argon bersuhu kurang lebih 160 derajat Celcius disuntikkan ke sel kanker hingga beku menyerupai bola es. 

Sel kanker yang beku tadi kemudian dipanaskan dengan gas helium bersuhu lebih dari 40 derajat celcius hingga mati. 

Metode cryosurgery ini dianggap lebih efektif mengobati kanker karena tidak membutuhkan pembedahan besar seperti operasi konvensional. 

Berkat metode-metode pengobatan di atas, Bustanul dan Umar kini bisa bernafas lega lantaran sudah sembuh dari penyakit kanker yang pernah mereka derita. 

Bahkan, waktu yang dihabiskan untuk menjalani pengobatan pun terbilang cukup singkat, padahal stadiumnya cukup tinggi. 

Bustanul hanya menghabiskan waktu kurang lebih 30 hari, sementara Umar hingga tujuh minggu. Durasi tersebut ditentukan dari kondisi pasien dan tingkat keparahan kanker. 

Sebagai informasi, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou merupakan rumah sakit khusus kanker yang berlokasi di Guangzhou, Cina Selatan. 

Rumah sakit tersebut memiliki kantor perwakilan yang tersebar di berbagai negara. Salah satunya Indonesia yang berada di Jakarta, Surabaya dan Medan. 

Untuk memudahkan penderita kanker memperoleh kesembuhan, masing-masing kantor perwakilan tadi menyediakan layanan untuk pengurusan visa dan tiket pesawat. 

Tak hanya memiliki teknologi pengobatan kanker terkini, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou juga menyediakan fasilitas penjemputan di Airport Guangzhou. 

Bahkan dari segi perawatan, satu pasien akan ditangani secara khusus untuk satu tim dokter khusus yang dikepalai oleh seorang profesor. 

Soal bahasa, pasien tak perlu khawatir. Sebab, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyediakan jasa penerjemah bahasa Indonesia 24 jam untuk memudahkan komunikasi pasien saat menjalani pengobatan, 

Selain itu, berbagai fasilitas lain seperti laundry turut disediakan untuk menunjang kenyamanan pasien. 

Untuk kemudahan informasi, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyediakan layanan konsultasi online yang bisa diakses di sini. 

Ada pula call center di nomor +62812-978-978-59 yang bisa dijangkau melalui telepon atau WhatsApp.

Thursday, October 3, 2019

Pamer Slip Gaji Rp 5,9 Juta di Instagram, Bupati Banjarnegara Juga Terima Uang Operasional Rp 31 Juta


Akun Instagram Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara, @kabupatenbanjarnegara, memposting slip gaji Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. 

Pada slip tertulis besaran gaji bersih Bupati Budhi Sarwono sesuai draf sebesar Rp 6.114.100. 
Namun, Budhi mengatakan, gaji yang ia terima sebesar Rp 5.961.200, karena dipotong zakat lewat BAZ sebesar Rp 152.900.  

Mengaku menerima gaji sebesar itu, Budhi ternyata juga menerima uang operasional sebagai bupati. 

"Tunjangan enggak ada, enggak ada tunjangan apa-apa. Uang operasional ada, uang operasional saya Rp 31 juta koma berapa gitu. Itu untuk keperluan keliling sehari-hari, pulsa, untuk kondangan dan sebagainya," kata Budhi.

Rincian Kasi Pengelolaan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Banjarnegara Khadir mengatakan, gaji yang diterima bupati terdiri dari gaji pokok dan tunjangan. 

"Jumlah tersebut sudah termasuk tunjangan," kata Khadir ketika dihubungi. 

Khadir merinci, gaji pokok yang diterima bupati sebesar Rp 2,1 juta. Kemudian ditambah tunjangan istri sebesar 10 persen serta tunjangan anak sebesar 2 persen. 

Gaji tersebut juga termasuk tunjangan jabatan dan tunjangan beras. 

"Jadi gaji pokok ditambah dengan tunjangan istri, anak, tunjangan jabatan dan tunjangan beras totalnya Rp 6.114.100. Dari jumlah tersebut dipotong zakat Rp 152.900, jadinya Rp 5.961.200," jelas Khadir. 

Diberitakan sebelumnya, akun Instagram @kabupatenbanjarnegara, pada Rabu kemarin mengunggah slip gaji Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. 

Foto disertai keterangan 'Gajian Bupati Bulan Oktober 2019'. 

"Untungnya jadi Bupati itu satu tok, nek munggah mobil, lawange ditutupna (kalau naik mobil, ada yang menutupkan pintunya), itu tok," ujar Budhi sambil berkelakar. 

Saat dikonfirmasi, Budhi menilai gaji bupati yang ideal Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. (Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain)

Wednesday, October 2, 2019

Rahasia Alejandra, Nenek 55 Tahun yang Awet Muda

Menjalani pola hidup sehat sejak usia 10 tahun memberikan manfaat yang sangat besar bagi seorang Alejandra Labastida-Shapiro. 

Kini di usia ke-55, nenek empat cucu itu tampak sangat awet muda. Bahkan tak sedikit orang yang mengira ia dan anaknya yang berusia 32 tahun sebagai kakak beradik. 

Alejandra sudah rutin berlari bersama ayahnya sejak usia 10 tahun. Kini ia menjalani pola makan organik, banyak mengkonsumsi bahan makanan mentah serta menggunakan obat-obatan alami dan herbal untuk mengobati sakit dan luka. 

Alejandra yang merupakan seorang instruktur pilates masih rutin berolahraga demi menjaga bentuk badannya. Menerapkan pola makan sehat secara disiplin dan menghindari makanan yang diproses dijalaninya dengan konsisten. 

Ia mengibaratkan tubuh sebagai kuil di mana jiwa kita bertinggal. Selama bertahun-tahun Alejandra terus berlatih untuk mengukuhkan tujuan tersebut. 

"Aku melatih bahwa usia hanyalah angka. Dan pandangan ini benar jika kita merawat tubuh kita dengan benar lewat gaya hidup dan pikiran-pikiran positif," ujarnya. 

Alejandra berusaha menyeimbangkan latihan aktif dan waktu pemulihan. Sebelumnya ia berpikir kardio lebih dari cukup untuk menjaga tubuhnya tetap sehat. Namun, serangkaian cedera dan belajar dari format lain membuatnya belajar bahwa otot-otot memiliki kemampuan dan gerakan berbeda. 

Kini ia juga melatih pentingnya keseimbangan pola makan dan pandangan positif. Semua itu membuatnya masih mampu melakukan beberapa aktivitas yang kebanyakan orang di usianya sudah tidak bisa lakukan. 

Meskipun ia mengakui perlu usaha ekstra untuk menjaga bentuk tubuh idealnya karena ia akan naik berat badan lebih mudah. 

"Kita adalah apa yang kita makan. Jadi, aku menghindari makanan-makanan yang diproses dan gula. Kebanyakan aku makan makanan mentah dan organik serta menghindari bahan-bahan kimia yang masuk ke tubuh, seperti obat-obatan," katanya. 

Alih-alih mengkonsumsu obat saat sakit, ia lebih memilih pengobatan alami dan alternatif. 
"Tubuh kita punya kemampuan menyembuhkan yang luar biasa," ucap Alejandra. 

Pesona Alejandra turut menarik perhatian banyak laki-laki di tempat gym dan ia punya banyak pengagum rahasia. Pujian-pujian juga didapatkannya dari media sosial.  

Kepada orang-orang yang sedang berupaya disiplin menjalani pola hidup sehat, Alejandra berpesan untuk tetap berlaku baik pada diri sendiri. Selain itu, jangan pernah menyalahkan diri sendiri ketika menemui kegagalan dalam menjalankannya. 

"Jangan lupa minum banyak air, terus berpikir positif, temukan sisi-sisi baik dalam segala hal dan yang terpenting jadilah diri sendiri," ucapnya.

Tuesday, October 1, 2019

Masih 23 Tahun, Ini dia Profil Hillary Lasut Anggota Termuda DPR Terpilih


Sesuai Undang Undang MD 3, Rapat Paripurna pelantikan anggota dipimpin oleh anggota DPR yang tertua. Yakni Abdul Awahab Dalimunthe dari fraksi Partai Demokrat dan anggota DPR termuda, Hillary Brigitta Lasut dari fraksi Partai Nasdem.

Hillary Brigita Lasut menjadi anggota DPR termuda. Ia mantap melenggang ke Senayan di usia 23 tahun. Berbekal 70.345 suara dari masyarakat Sulawesi Utara. Latar belakang orang tua sebagai politisi turut menjadi motivasi Hillary maju sebagai wakil rakyat.

Sebagai sarjana hukum Universitas Pelita Harapan, gelar master di Amerika Serikat dan tengah melanjutkan studi S3 di Universitas Pelita Harapan, Hillary berharap bisa duduk di Komisi 3. Tujuannya agar dapat melanjutkan pembahasan RKUHP yang menjadi kontroversi di masyarakat.